Saya yakin sekali bahwa Tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan Negeri Indonesia. Betapa tidak? Dari ujung Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, sejengkal demi sejengkal tanah yang ada di bumi pertiwi ini adalah Surga!
Tidak percaya? Lihatlah negeri ini lebih dekat lagi maka sebuah rasa ketakjuban yang tidak akan bisa tergantikan yang kamu rasa, membuat langkah kaki ini tidak akan pernah ada bosan – bosannya untuk terus melangkah, mencari keindahan yang tiada habisnya, mencari teman baru walau kadang susah juga mengerti bahasanya. Tapi, ketulusan mereka membuat saya selalu percaya untuk selalu berbagi tawa, saling bantu dan tanpa ragu saya balas dengan hangatnya persahabatan.
Semenjak aktif sebagai travel blogger sekitar 3 tahun yang lalu baik untuk blog pribadi maupun media massa online, apapun tempat yang saya singgahi, selalu saya tuliskan. Menulis catatan perjalanan bagi saya merupakan seni merasakan nikmatnya perjalanan itu sendiri. Dari tulisan yang saya buat, saya ingin semakin banyak orang yang tahu bahwa Indonesia itu sangat indah dan beruntunglah kita lahir di negeri ini.
Sudah banyak pulau – pulau kecil saya kunjungi bahkan hingga ke ujung selatan negeri ini yang ada di Pulau Rote. Tak ketinggalan gunung – gunung yang berdiri tinggi saya daki dimana ketika telah mencapai puncaknya rasa takjub atas keindahan yang telah diciptakan oleh Sang Maha Kuasa makin membuat saya mencintai Indonesia.
Di tahun 2016 ini, perjalanan saya fokuskan ke Sumatera Barat, Bumi Ranah Minang dimana kedua orang tua saya berasal. Meski saya sendiri lahir dan besar di ibukota Jakarta namun kecintaan saya kepada Sumatera Barat sangat besar.
Sudah diakui kalau Sumatera Barat itu punya paket wisata lengkap. Tidak perlu jauh – jauh ke luar negeri, ke Sumatera Barat saja semuanya ada. Mau kulineran? Disini tempatnya, bahkan salah satu makanan khas Sumbar pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Mau melihat arsitektur dan budaya, disini masih kental banget! Mau cari pegunungan dan lembah, Sumatera Barat tempatnya.
Bagaimana dengan baharinya? Sumbar pun memilikinya, kawan. Disini ada Kepulauan Mentawai yang punya ombak yang sangat cocok bagi pecinta olahraga selancar. Selain itu, masih berada dekat dengan Kota Padang terdapat gugusan pulau – pulau kecil yang sangat eksotis sebut saja Pulau Pasumpahan, Pulau Pamutusan, Pulau Pagang dan Pulau Suwarnadwipa. Saat ini, di Kabupaten Pesisir Selatan ada Kawasan Wisata Mandeh yang disebut – sebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera Barat karena memiliki panorama yang serupa.
Dengan begitu banyaknya pesona yang dimiliki oleh Sumatera Barat membuat saya tertarik sekali untuk terus menjelajahinya. Namun, hal itu terbendung dengan pekerjaan saya sebagai karyawan di perusahaan swasta yang memiliki kesibukan yang sangat padat. Pepatah mengatakan jika ada niat disitu ada jalan, begitu juga dengan cara saya untuk bisa keluar dari penjara bernama rutinitas ini. Disaat ada hari libur nasional yang berdekatan dengan weekend maka saya akan segera memanfaatkan fasilitas cuti yang menjadi hak bagi pekerja seperti saya.
Supaya bisa mengefisensikan waktu, saya selalu memesan tiket pesawat pada hari Jum’at malam. Adapun maskapai yang biasanya saya pilih adalah Lion Air karena maskapai ini memiliki jadwal penerbangan Jakarta – Padang paling malam yaitu pukul 20.20, sangat cocok bagi pekerja seperti saya sehingga masih bisa mengejar jam keberangkatan dari kantor usai jam kerja.
Sampai di rumah nenek di malam hari, langsung saya gunakan untuk istirahat. Keesokanya mulai di pagi hari saya sudah mulai menjelajahi Sumbar, destinasi yang dikunjungi beragam namun saya lebih menyukai mengeksplore keindahan alam yang dimilikinya.
Tidak hanya ingin menjelajahi sendiri, keinginan untuk memberi tahu bahwa kampung saya adalah tempat yang indah kepada orang banyak selalu menjadi hasrat terbesar saya. Keinginan ini telah terwujud pada beberapa bulan yang lalu, ketika itu saya berhasil membuat 20 orang dari berbagai daerah percaya untuk menjelajahi Sumbar bersama.
Sebagai team leader ketika itu, saya mengajak mengeksplore Sumbar mulai dari melihat keindahan Danau Maninjau dari ketinggian, lalu mengagumi kecantikan Ngarai Sianok dari Taman Panorama Bukittinggi, tak hanya itu mereka juga saya ajak menggali sejarah yang ada di Lobang Jepang yang menjadi satu bagian dari Taman Panorama. Di hari kedua dari Bukittinggi kami beranjak menuju Jembatan Kelok 9 yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota, jembatan ini merupakan karya monumental anak bangsa yang memadukan antara keindahan alam Ranah Minang dengan kemegahan struktur jembatan. Setelah itu kami melihat Lembah Harau yang keindahannya menyerupai Lembah Yosemite yang ada di Amerika sana. Sore harinya saya ajak mereka mengunjungi Istana Pagaruyung, disana selain mengagumi keindahan istana mereka juga berdandan cantik dan ganteng dengan mengenakan pakaian adat Minang.
Di hari ketiga kami menuju surga yang ada di Selatan Kota Padang yaitu Pulau Pagang dan Pulau Pasumpahan. Jika di Pulau Pagang kami lebih santai menikmati snorkeling dan wahana permainan air, di Pulau Pasumpahan kami beranikan diri untuk mendaki ke puncak bukit yang ada di sebelah utara, pemandangannya indah sekali, tidak percaya? Lihat foto dibawah ini, keren bukan?
Jadi jelas sekali jika tidak akan pernah bosan menjelajahi keindahan Sumatera Barat, percayalah!
Comments